Cuci tangan adalah aktivitas sederhana yang seringkali diabaikan banyak orang. Hand sanitizer dan tisu basah dipilih sebagai alternatif karena pemakaiannya yang lebih praktis. Padahal, cuci tangan dengan sabun memiliki sejuta manfaat bagi kesehatan. Cuci tangan dengan sabun antiseptik dapat menurunkan jumlah kuman hingga 73%. WHO juga telah mencanangkan enam langkah mencuci tangan dengan benar. Selain dapat mencegah penularan penyakit dan diare, cuci tangan juga menjadi aspek penting dalam penerapan Manajemen Kesehatan dan Kebersihan Menstruasi (MKM).

SPEAK Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam Dialog Hari Cuci Tangan Sedunia (HCTPS) pada tanggal 5 November 2024 di JS Luwansa Hotel. Tema nasional pada HCTPS 2024 adalah “Mengapa Tangan yang Bersih itu Masih Penting?”. Dialog HCTPS tahun ini melibatkan lintas sektor, program, Tim Penggerak PKK, organisasi wanita, dan mitra pembangunan. Direktur SPEAK Indonesia, Ibu Wiwit Heris dipercaya menjadi moderator dalam dialog CTPS. Narasumber yang terlibat adalah Ibu Ida G.Sadikin (Penasihat DWP Kementerian Kesehatan RI) dan dr. Lula Kamal, M.Sc. (Pemerhati Kesehatan).

Didukung oleh Kementerian Kesehatan RI
SPEAK Indonesia sebagai mitra UNICEF turut meramaikan booth HCTPS. Booth SPEAK Indonesia menyediakan 100 buah materi Oky dan MKM lewat flyer, leaflet, toolkit. Untuk menarik pengunjung, terdapat games berupa wheel of fortune dan goodie bag. Booth Oky dikunjungi oleh Wamen Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Sakson Harbuwono, Sp.PD-KEMD., Ph.D dan istrinya Ibu Ida. Aktris Lula Kamal juga turut mengunjungi booth SPEAK Indonesia. Perwakilan Oky Youth Club memberikan penjelasan terkait aplikasi Oky, penggunaan fitur aplikasi, dan keterkaitan antara cuci tangan dan MKM.
CTPS memiliki manfaat untuk mencegah infeksi dan menjaga kesehatan reproduksi. Dengan adanya pemahaman akan CTPS dan MKM, kesadaran akan kebersihan, sanitasi, dan higienitas selama menstruasi dapat ditingkatkan. Perempuan juga dapat mengelola sampah pembalut dengan baik, tidak hanya asal pakai dan dibuang begitu saja.
Mencuci tangan sebelum mengganti pembalut membantu memastikan bahwa tangan bersih dan mengurangi risiko kontaminasi. Untuk mendukung praktik mencuci tangan yang efektif, penting bagi perempuan untuk memiliki akses ke fasilitas sanitasi yang memadai, seperti toilet bersih dengan air mengalir dan sabun. Hal ini berkontribusi pada kemampuan mereka untuk menjaga kebersihan selama menstruasi.
Baca juga artikel dengan MKM: https://speakindonesia.org/oky/say-no-to-tabu-remaja-bicara-menstruasi-dan-kesehatan-reproduksi/