Menteri Lingkungan Hidup Apresiasi Bank Sampah Women Federation Penjaringan pada Peringatan HPSN 2026

Penjaringan, Jakarta Utara, 17 Februari 2026 – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, bersama jajaran KLH/BPLH melanjutkan rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) melalui aksi bersih di kawasan Tempat Pelelangan Ikan Penjaringan, Jakarta Utara.

Aksi ini melibatkan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara serta masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya konkret menangani persoalan sampah di kawasan pesisir perkotaan.

“Jakarta Utara memiliki timbulan sampah lebih dari 1.300 ton per hari, sehingga perlu menjadi atensi khusus bagi kita semua, termasuk bagi warga masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik dari sumbernya,” ujar Menteri Hanif, dalam keterangannya, dikutip pada Rabu, 18 Februari 2026.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menteri Hanif juga mengunjungi Bank Sampah Unit Women Federation Penjaringan yang berlokasi di Gang Marliana. Bank sampah ini dikelola oleh Women Federation Penjaringan, komunitas perempuan aksi iklim yang selama ini mendapat pendampingan dari SPEAK Indonesia.

Kunjungan tersebut menyoroti praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dikembangkan oleh komunitas perempuan, mulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga hingga pengolahan sampah organik dan residu. Berbagai inovasi yang dijalankan, seperti pengolahan eco-enzyme serta pemanfaatan sampah residu menjadi potdasi (pot daur ulang sampah residu), dinilai berkontribusi langsung pada pengurangan sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Pendampingan SPEAK Indonesia melalui Program Voices for just Climate Action (VCA) sejak tahun 2021, mendorong penguatan kapasitas komunitas dengan menempatkan perempuan sebagai aktor utama perubahan. Salah satu inisiatif yang dikembangkan adalah program Rumah Memilah, yang mengajak warga untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya secara konsisten dan berkelanjutan.

Aktivitas Women Federation Penjaringan menjadi contoh bagaimana pendekatan pendampingan komunitas dapat memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan sampah perkotaan, sekaligus mendorong kesadaran lingkungan dan aksi iklim yang berangkat dari tingkat lokal.

Ke depan, pendampingan terhadap Bank Sampah Unit Women Federation Penjaringan terus diperkuat. Sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas kelembagaan dan tata kelola pengelolaan sampah, pada minggu ini komunitas Women Federation Penjaringan akan menerima dukungan berupa perangkat laptop untuk mendukung pencatatan, pelaporan, dan pengelolaan data bank sampah secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Ketua Women Federation Penjaringan RW 17, Refiana atau biasa dipanggil Bu Efi, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi dorongan moral yang besar bagi komunitas. Ia mengungkapkan harapannya agar selain dukungan perangkat laptop, komunitas juga dapat difasilitasi tempat khusus untuk kegiatan penimbangan dan sekretariat bank sampah. Selama ini, proses penimbangan masih dilakukan dengan meminjam lapak warga sekitar.

Efi juga menyampaikan pesan yang diterima langsung dari Menteri Hanif, agar anggota Women Federation Penjaringan tidak lelah melakukan sosialisasi program Rumah Memilah serta terus mengembangkan pengelolaan sampah organik. Aksi Gerakan melawan krisis sampah ini  juga pernah diliput KOMPAS TV dalam Special Report untuk mendorong gerakan perubahan warga lainnya di seluruh Indonesia.

Berita Lainnya