Dari Sebuah Kick-Off, Lahir Gerakan Remaja untuk Edukasi Pubertas Oky Youth Club

November 2024 silam, SPEAK Indonesia bersama UNICEF menggelar sebuah kegiatan yang mungkin sekilas tampak seperti webinar daring biasa. Bertajuk Kick-Off Oky Youth Club, acara yang dilangsungkan melalui Zoom ini mempertemukan puluhan remaja dari berbagai daerah di Indonesia dalam satu ruang virtual. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan sebuah semangat besar: membangun gerakan remaja untuk edukasi pubertas dan manajemen kesehatan menstruasi (MKM) dari remaja, oleh remaja, dan untuk remaja.

Latar belakang kegiatan ini berangkat dari kesadaran bahwa masih banyak remaja di Indonesia yang belum mendapatkan akses informasi yang akurat dan inklusif tentang pubertas, menstruasi, dan kesehatan reproduksi. Padahal, sejak diluncurkan di Indonesia, aplikasi Oky—sebuah aplikasi edukasi pubertas yang dikembangkan oleh UNICEF—telah diunduh oleh lebih dari 465.000 pengguna. Angka yang tinggi ini menunjukkan antusiasme remaja terhadap informasi yang dekat dengan kebutuhan mereka. Sayangnya, distribusi dan pemanfaatan Oky belum merata di semua daerah.

Melihat hal ini, SPEAK Indonesia, sebagai mitra implementasi program, memandang perlunya strategi baru yang lebih membumi dan relevan dengan gaya hidup remaja saat ini. Maka lahirlah Oky Youth Club—sebuah forum remaja yang bukan hanya mengenal aplikasi Oky, tetapi juga berperan aktif sebagai peer educator digital di komunitasnya masing-masing. Kick-Off ini menjadi titik awal dari upaya besar itu.

Dihadiri oleh forum remaja dari berbagai provinsi, seperti Forum Genre, Forum Anak Daerah, PKBI Youth Center, serta komunitas independen dari Yogyakarta dan Papua, acara ini membuktikan bahwa ruang daring pun bisa menjadi medium yang kuat untuk membangun koneksi dan semangat kolaborasi. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi dari narasumber, tapi juga berbagi praktik baik, pengalaman unik, tantangan yang mereka hadapi, dan strategi kreatif untuk menyampaikan edukasi pubertas kepada sesama remaja.

SPEAK Indonesia memainkan peran penting sebagai fasilitator dalam kegiatan ini. Tidak hanya dalam merancang teknis acara, tetapi juga dalam membangun jembatan antar forum, menciptakan suasana yang setara, serta memastikan bahwa suara remaja menjadi pusat dari setiap sesi. Kami percaya, ketika remaja diberi ruang untuk didengar dan dipercaya untuk memimpin, perubahan akan tumbuh dari bawah—organik, kontekstual, dan berkelanjutan.

Meski kegiatan ini telah berlalu, semangatnya tidak berhenti di layar Zoom. Beberapa forum melanjutkan inisiatifnya secara lokal: ada yang mengadakan diskusi kecil di sekolah, membuat konten digital seputar MKM, bahkan mulai mengenalkan aplikasi Oky di ruang-ruang belajar informal. Mungkin belum semua bisa terdokumentasi dengan rapi, namun benih itu telah tumbuh di berbagai tempat.

Dari kegiatan ini pula, SPEAK Indonesia belajar banyak. Bahwa strategi peer-to-peer masih menjadi pendekatan paling efektif untuk menjangkau remaja lintas latar. Bahwa literasi digital perlu terus ditingkatkan agar akses tidak hanya ada, tapi juga inklusif. Dan bahwa untuk membangun gerakan remaja yang kuat, dibutuhkan ekosistem yang mendukung mereka: dari pemerintah, sekolah, hingga komunitas.

Langkah ke depan tidak berhenti pada satu kegiatan. SPEAK Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi Oky Youth Club dan forum remaja lainnya, membangun kapasitas mereka, serta memperluas jangkauan edukasi pubertas ke wilayah-wilayah yang belum tersentuh. Karena kami percaya, perubahan sosial tidak selalu datang dari ruang besar dan megah. Kadang, ia lahir dari ruang kecil yang diisi dengan semangat, keberanian, dan rasa saling percaya. Dan itulah yang kami saksikan dalam Kick-Off Oky Youth Club—sebuah awal yang sederhana, namun sarat makna.

Berita Lainnya